Eyang Tuti yang tidak berhasil bertemu dengan orang baik tersebut lalu kembali ke ruang tunggu. Wanita tua itu sudah bersikeras tadi, ingin mengetahui siapa orangnya dan meminta identitas pendonor tersebut pada suster yang beliau temui. Sayangnya, suster tidak dapat memberikan identitas pendonor, sesuai permintaan Samuel. Ya, Samuel sebelumnya sudah berpesan agar identitas dirinya tidak perlu diungkap. Dia tidak mau jika pihak keluarga pasien merasa berutang budi padanya. Sebab, Samuel tulus menolong orang yang memang membutuhkan pertolongan. Eyang Tuti pun sejenak melupakan keingintahuannya tentang pendonor yang telah dengan suka rela memberikan darah pada Meisya. Perhatian wanita tua itu, kini kembali tertuju pada Meisya yang masih berjuang melewati masa kritisnya. Cukup lama Eyang T

