Bab. 23 - Lupakan dan Tinggalkan Dia

1182 Kata

Mama Gloria yang awalnya seakan ragu, tetapi akhirnya mengangguk juga, setelah sang suami yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan ibu dan anak itu, mengangguk kecil memberikan isyarat. "Baiklah, Sam. Bawa dia kemari! Mama ingin melihat, seperti apa gadis yang telah membuat putra mama ini menjadi gila karena mencarinya." Samuel tersenyum lebar. "Mama pasti akan menyukainya. Dia sangat cantik, Ma." Setelah mengutarakan pujian terhadap sang gadis, Samuel pun segera berlalu dari ruang rawat sang mama untuk menjemput Meisya. Tiba di ruang observasi, tempat Meisya menjalani pemulihan, ibu dua bayi itu terlihat sudah bersiap. Kedatangan Samuel langsung mendapatkan tatapan protes dari Meisya karena keinginannya untuk segera dipindahkan ke rumah sakit yang sama dengan sang putri, harus te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN