Mendengar perkataan ketus Mama Gloria yang sama sekali tak memikirkan bagaimana perasaan Meisya, wanita belia itu tersenyum sinis. Meisya lalu menatap Samuel. Kebencian terhadap pria itu, yang tadi sudah sedikit menghilang, kini semakin tumbuh subur. "Om dengar sendiri 'kan? Keluarga Om adalah keluarga terhormat. Jadi, jangan pernah pernah cemari kehormatan itu dengan memasukkan sampah masyarakat sepertiku ke dalam keluarga Om! Tanpa Om, aku dan anak-anakku akan mampu bertahan! Jadi, lupakan saja keinginan Om untuk bertanggungjawab kepada kami!" Setelah berkata dengan pelan, tetapi penuh dengan penekanan tepat di hadapan Samuel, Meisya kemudian berlalu dengan menjalankan kursi rodanya sendiri. Samuel sigap mengambil alih, tetapi Meisya menolak. "Jangan ikuti aku, Om! Jangan jadi anak

