Corporate Affair

1381 Kata

Tok! Tok! Dua ketukan terdengar pelan sebelum daun pintu bergeser terbuka. Giana melangkah masuk dengan langkah teratur ke ruang kerja Tuan Halim, sebuah ruang luas bergaya modern minimalis yang memancarkan aura kekuasaan. Dinding kaca tinggi menampilkan panorama kota Paris yang glamor, sementara aroma kopi hitam dan kayu mahal mengisi udara. Di balik meja besar dari marmer hitam, sosok Tuan Halim duduk tegak, mengenakan kemeja putih tanpa cela, tatapannya tajam dan penuh perhitungan. “Tuan…” sapa Giana pelan. Tuan Halim yang sedang menatap layar laptop hanya menoleh sekilas. “Hmm?” “Apakah saya bisa bicara sebentar dengan Tuan?” tanyanya, suaranya terdengar hati-hati, nyaris seperti bisikan di ruangan yang terlalu senyap itu. “Silakan.” jawab Tuan Halim singkat tanpa ekspresi, nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN