Jakarta malam ini memamerkan kilaunya. Dari lantai empat puluh sebuah gedung pencakar langit, lampu-lampu kota tampak seperti serpihan bintang yang gugur ke bumi. Ambisi, keserakahan, dan rahasia bercampur di antara gemerlapnya. Pintu lift terbuka dengan bunyi ‘ding’ yang tajam. Ivan melangkah keluar lebih dulu, setelan hitamnya jatuh rapi mengikuti ritme tubuhnya. Cedric menyusul di sampingnya, langkah tegap dan tatapan tajam yang tak pernah benar-benar santai Aroma dry-aged steak dan wine mahal menyeruak pelan saat mereka melewati area utama restoran fine dining itu. Para pengunjung menoleh, bukan karena mereka berisik, tapi karena aura dua pria itu terlalu sulit untuk diabaikan. Seorang pria bertubuh tegap dengan garis rahang tegas sudah menunggu di dekat private dining area. Jasnya

