Meski terus bertanya-tanya di dalam hatinya, namun Celine hanya bisa tetap terdiam sambil terus mengikuti ke mana Merry, Adel dan juga Raina menuntunnya pergi. Tak lama kemudian, langkah ketiganya terhenti, begitu juga dengan Celine. “Kok berhenti? Kita udah sampe?” tanya Celine yang kebingungan. “Sebentar lagi.” sahut suara Merry. Merry melepaskan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Celine lalu tak lama kemudian terdengar suara pintu yang terbuka. Setelah berhasil membuka pintu lebar-lebar, Merry kembali menuntun Celine masuk ke dalam. “Udah sampe!” ujar Merry dengan nada gembiranya. Kini Merry dan Adel melepaskan pegangannya pada kedua tangan Celine sementara Raina kini berdiri di belakang Celine, “Gue akan bukain ikatannya, tapi setelah berhasil kelepas, lo tetap gak bol

