Lesya menatap Celine. Di mata Lesya, Celine benar-benar sosok yang sangat luar biasa, Celine dengan begitu mudah dapat melihat berbagai macam situasi dengan pikiran yang positif. Terkadang ia heran, bagaimana bisa orang sebaik Celine dapat disakiti? “Mana ada. Yang bener tuh Sofi yang ngerebut Calvin dari lo, bukan sebaliknya. Lqgi pula, meskipun Sofi lebih kenal dulu sama Calvin, tapi kan Sofi sendiri yang ngelepas Calvin demi orang lain.” protes Lesya yang tidak setuju dengan apa yang Celine ucapkan. Celine kembali tertawa, ia merasa lucu melihat ekspresi wajah Lesya yang sebegitunya dalam membela dirinya, “Jadi masih gak mau maafin Lesya, nih?” ledek Celine. Lesya terdiam sambil menundukan kepalanya, “Gak tau, liat gimana nanti aja. Intinya saat ini gue masih belum bisa dan mau maa

