*1 bulan kemudian* Setelah bel pulang berbunyi, aku melangkah bersama Adit menuju gerbang, hari ini Adit menumpang menaiki mobilku untuk pulang ke rumah karena sepedanya sedang dalam masa perbaikan. Ketika beberapa lama lagi sampai di depan gerbang, Adit menepuk bahuku. “Cel, bukannya itu bokap lo ya?” Aku menoleh ke arah yang Adit tunjuk, di mana Papa tengah berdiri persis di sebelah Pak Burhan. Langkahku melambat di saat Papa mulai melabaikan tangannya di sertai sebuah senyuman ke arahku. “Kita balik lagi ke kelas yuk Dit.” Aku menarik lengan seragam Adit untuk mengajaknya kembali menuju kelas, namun Adit menolaknya. “Nggak ah. Lo mau ngapain emangnya? Kelas juga udah sepi, Cel. Lagian itu bokap lo kayaknya udah nunggu dari tadi deh, sana gih buruan samperin.” Dengan terpak

