‘Panggilan kepada Keenan dan Celine selaku Ketua serta Wakil Ketua kelas 6 diharapkan untuk datang ke ruang guru.’ Terdengar suara speaker sekolah yang befungai untuk memberikan segala bentuk informasi. Aku dan Keenan mulai sama-sama bangkit dari tempat duduk lalu berjalan menuju ruang guru. “Mata lo kenapa merah gitu?” tanya Keenan saat kami bertemu di ambang pintu kelas. Sambil terus melanjutkan langkah, aku mencoba untuk mengalihkan pandangan. “Gak apa-apa kok.” “Tapi kok kayak abis nangis?” tanya Keenan lagi. “Nggak, tadi mata gue gatel dan gue garuk, makanya merah.” Keenan hanya terdiam sampai akhirnya kami tiba di ruang guru. “Keenan, Celine, Bu Tyas saat ini berhalangan hadir, tapi beliau tetap memberikan kalian tugas untuk dikerjakan.” Bu Ratih mulai membuka l

