Episode 25

1702 Kata

Ketika bel pulang berbunyi, aku bangkit dari tempat duduk dan menunggu Keenan menyelesaikan aktivitasnya yang tengah mengemas alat sekolah untuk ia masukkan ke dalam tas. Setelah ia bangkit dan melangkah keluar, aku pun terus mengikuti langkahkanya.   “Berhenti ngikutin gue.” ujar Keenan sambil terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Aku sempat terdiam, sebelum akhirnya kembali mengikutinya. Keenan menghela napas panjang, menghentikan langkahnya lalu berbalik menatapku.   “Gue kan udah bilang untuk jangan ikutin gue.” ujarnya kemudian. Aku tersenyum canggung lalu berjalan menghampirinya.   “Hai, Keenan.”   “Lo gak ada kerjaan ya?”   “Ada, ngikutin lo.” Keenan lagi-lagi menghela napasnya lalu kembali melangkah.   “Keenan, lo kapan pindah?”   “Secepatnya.”   “Iya kah? Kenapa h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN