CEO - 22

848 Kata

"Seriusan, Mas? Wow! Kok ulala yeye banget ya dia nongolnya." Difa mengekspresikan keterkejutan dengan telunjuk diketuk-ketukkan ke pipi gembilnya. "Tau deh, Dif. Dulu aja dicariin nggak tahu ke mana. Lah sekarang, jelangkung banget tuh." Difa lantas mendekat ke arah kakaknya yang duduk selonjoran di teras. Bahu laki-laki galau karena masa lalu itu ditepuk. "Eh tapi, Mas, jantung masih suka nackal nggak deket dia?" Eka melongok. Dengan lamban ia mengangguk. Sialannya, iya. Namanya juga cinta pertama, emang kerasa sampek ke jiwa raga. Meski pernah hilang rimba, tapi tetap saja orang yang sama. "Mbak Mita tahu nggak soal solmed masa lalu itu, Mas?" lirih Difa, takut merusak suasana. Eka menghela napas. "Enggak. Gue sama dia aja baru mulai. Mana sempet gue kasih tahu dia soal Eka." "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN