Pras yang tengah bermain basket di lapangan, pamit pada Imron dan Gery undur diri lebih dulu. Beberapa siswa masih betah nongkrong di sekolah, meski bel pulang sudah berbunyi sejak setengah jam lalu. Rencananya sepulang sekolah ini ia akan kencan bersama Novi, makan punten dan es tetes tebu. Baju seragam khas biru telur asin pun nampak basah keringat. Bergegas Pras ke toilet cowok yang berada dua ruang dari kelasnya. "Tolong!" Pras menghentikan langkahnya yang hendak masuk toilet. Ada tiga ruang dalam toilet. Di salah satunya, Pras mendengar suara ... cewek. Pemuda itu merinding. Didekapnya tubuh sendiri erat. Mengedarkan pandangan ke sekililing. "Waduh, masa ada Mbak Kunthi di dalem sini?" Pras hendak kabur, namun suara gedoran ditambah isakan putus asa dari dalam kamar mandi membuat

