CEO - 24

906 Kata

Taman Bungkul tampak ramai menjelang siang. Aktivitas penjual, tawa dari segerombol anak-anak yang bermain, sepasang tuna netra yang duduk menunggu orang yang datang pijat, hingga pasangan muda-mudi yang asyik mengobrol santai. Aktivitas yang menjadi pemandangan Eka kuadrat. Keduanya masih tampak diam di tempat. Padahal bukan hari Senin dan mengheningkan cipta pada upacara bendera. Sudah sepuluh menit berlalu. Eka masih terpaksa asyik memandangi sejoli yang saling menyuap pecel semanggi dengan miris dan iri. Sementara Arum menatap ujung sandal yang ia beli di JMP. "Ka," panggil Arum pada akhirnya memecah kesunyian lebih dulu. Ia tak tenang karena Eka rupanya setengah hati menanggapi pertemuan yang amat dinantikan ini. Belum juga menoleh, Arum nekat memegang lengan laki-laki itu kemudian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN