CEO- 38

1092 Kata

Eka menyipitkan mata dan mengulum senyum girang. "Uh, Bebeb gue, ngaku juga. Cipok nih, cipok." "Apaan sih!" Mita menyikut Eka yang meringsek mendekat, ingin memeluknya tapi Mita menolak. Bagaimanapun juga, ia masih sayang pada lelaki yang pada akhirnya tetap bertahan, menegur kesalahan, dan masih menerimanya apa pun yang terjadi. Sejak malam itu. Malam di mana Eka menyudutkannya dengan telak. Ia sadar, bahwa apa yang ia lakukan selama ini juga salah. Sayang, ia hanya menyalahkan pihak Eka semata. Pernyataan Eka, ajakan ke acara Arum, hingga perkenalan dengan keluarga laki-laki itu membuat Mita semakin ciut nyali. Pantaskah ia dengan Eka? Adakah ruang untuknya diterima di keluarga Eka yang terlihat sempurna? Mita iri, merasa jauh, dan tahu diri. Dari siapa ia lahir, memang tak bisa di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN