CEO - 32

1047 Kata

Mita sengaja tidak mengerat di pinggang Eka, seperti biasa kala dibonceng motor. Ia sengaja memberi jarak. Tangannya berpegangan pada pinggiran motor. Tak mau repot berpegangan pada pinggang Eka yang tertutup jaket. Merasa ada yang kurang sedap seperti sayur tanpa garam, Eka melirik spion dan mendapati bayangan Mita terpantul di sana. Seakan ada jarak dan tatapan melengos, Eka mendesah. "Beb, pegangan elah. Gue udah mandi. Biasanya lo nempelin d**a ke punggung gue." Mita memutar bola mata. Diliriknya spion, seketika tatapan keduanya bertemu. Eka terkekeh, sementara Mita berdecap. "Males!" "Masih ngambek aja, Beb? Udah dijelasin juga kan." "Tau!" Eka memilih mengalah, daripada ia ribut di jalan dengan Mita. Sepeda motor pun terus berjalan menuju kawasan alun-alun dan bergerak hingga J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN