Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 sore. Semua mahasiswa dan mahasiswi yang ikut kelas tambahan hari ini pun serempak berseru dan menghela napas lega. Masing-masing dari mereka mulai menyusun buku-buku di atas meja. Kemudian satu per satu mulai keluar dari kelas. Ada yang sendiri, ada yang berdua dan ada juga yang berkelompok, seperti halnya Delika dan keenam sahabatnya. Mereka keluar bersama-sama dan memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran makanan cepat saji. Letaknya tidak jauh dari kampus mereka. Seperti biasa, keenam sahabat Delika saling berbagi cerita satu sama lain, tentang hal apapun. Tapi tidak dengan Delika. Wanita itu tampak murung seharian ini. Tidak terlalu banyak tertawa dan lebih sering melamun. Kelima sahabatnya tidak menyadari perubahan Delika. Sementara Satria yang su

