Asgar mengamati Delika yang telah terlelap di atas kasurnya. Saat ini, waktu masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari dan Asgar tidak bisa tidur dengan nyenyak sejak tadi. Asgar sudah berhasil membuka pintu kamarnya bersama Delika menggunakan peralatan di bagasi sepeda motornya. Untungnya, suara berisik yang ditimbulkan Asgar saat membuka pintu tersebut tidak membuat Delika terbangun. Meskipun pintu sudah terbuka, Asgar enggan melangkah masuk ke dalam. Pria itu memilih berdiri sambil bersandar di pintu yang terbuka lebar itu. Helaan napas panjang terdengar berulang kali darinya. "Hhh! Maafin aku ya, Sayang. Aku nggak ada maksud buat nyakitin kamu," gumam Asgar lirih. Asgar menatap wajah teduh Delika dengan mata yang sembab. Ia sudah menduga bahwa istrinya itu akan menangis dalam waktu ya

