Delika sedikit meringis saat Bi Asri membersihkan luka di kakinya dengan alkohol. Bahkan Delika sampai mencengkeram gaun pengantinnya yang belum sempat diganti dengan tangan kanannya. Setelah selesai membersihkan luka tersebut, Bi Asri memberikan obat merah dan membalutnya dengan kain kassa. Bi Asri menyusun kembali kotak obat yang ada di meja, kemudian duduk di samping Delika. Sementara Ibbas sudah tertidur dengan kepala berada di atas paha Delika. Bi Asri memperhatikan Delika yang membelai rambut Ibbas dengan tangan kirinya. Wanita paruh baya itu yakin, Delika adalah wanita yang tepat untuk mendampingi Asgar. "Delika, maafin Clara ya," ucap Bi Asri. Delika menatap Bi Asri lalu tersenyum. "Nggak apa-apa, Bi. Dia juga nggak salah kok. Menurut aku, ini salahnya Asgar, karena dari awal di

