"Udah sampe." Sekitar pukul 18.00 sore, Asgar sudah mengantarkan Delika pulang ke rumah. Mereka berdua saat ini berada di depan gerbang rumah Delika. Keduanya tampak bergandengan tangan. Posisi Asgar duduk di sepeda motornya, sedangkan Delika berdiri tepat di depannya. Asgar mengusap punggung tangan Delika dengan ibu jarinya, lalu menatap Delika yang teramat cantik di matanya. "Delika." "Hhm?" "Aku sayang banget sama kamu," ucap Asgar jujur. "Jangan pernah ninggalin aku ya. Aku tahu, ini terlalu alay. Tapi aku ngomong apa adanya." Delika sedikit terkekeh mendengar hal tersebut. Padahal sejak tadi, Delika sudah berusaha untuk serius. "Kamu tuh ya. Udah tahu alay, masih juga dibuat." "Kan biar kayak di film-film gitu," ujar Asgar yang ikut tertawa. Delika menggelengkan kepalanya. "Ngg

