Satria duduk di samping Delika sembari menyodorkan sebotol minuman dingin yang ia beli di toko kelontong seberang jalan. Pria itu menatap Delika, lalu merangkul wanita tersebut yang masih saja menangis. Satria berusaha menenangkan Delika. "Kenapa, Del? Sebenernya, lo ada masalah apa sama Bokap lo? Gue siap dengerin curhatan lo kok," ujar Satria. "Jujur, gue sedih kalau lihat lo nangis kayak gini. Nggak tega gue." Delika berusaha menghentikan tangisannya, meskipun suara terisaknya masih terdengar di telinga Satria. Ia menghapus airmatanya lalu menatap ke arah Satria. "Papa jodohin gue sama temen bisnisnya, Sat. Tapi, gue nggak mau, karena gue suka sama Asgar. Gue mau nikah sama cowok yang emang gue suka dari awal, bukan karena paksaan. Papa maksain gue, sampe gue ditampar karena nolak per

