Bi Asri tampak menghampiri Asgar pagi ini. Pria itu sedang duduk termenung di kursi teras rumahnya. Asgar tampak merenungkan masa lalunya yang dirasa cukup kelam. Kehilangan Asya di depan matanya sendiri, membuat hatinya menjadi hancur. Ingin sekali Asgar mencari si pelaku, namun ia tak tahu dimana keberadaan pelaku itu saat ini. Bi Asri menyentuh pundak Asgar, sehingga pria itu tersentak dan langsung menatap ke arah Bi Asri. "Kenapa, Bi?" tanya Asgar. "Harusnya Bibi yang nanya, kamu kenapa? Dari tadi Bibi perhatiin, kamu ngelamun terus. Masih mikirin masa lalu?" Asgar pun mengangguk. "Iya, Bi." "Asgar, udah cukup mikirin masa lalunya. Kamu harus lupain semuanya. Jangan buat masa depan kamu hancur cuma karena mikirin Asya. Dia udah tenang di alam sana. Kamu harusnya mikirin masa depan

