Bab 17

1446 Kata

Setelah mendapat izin dari Lukman, Asgar memilih duduk di kursi yang berada di tepi kolam renang. Ia bersandar sambil memijat pelipisnya. Asgar pun menggumam, "Kok aku ingat dia terus ya? Atau jangan-jangan, aku mulai suka sama dia? Eh? Nggak. Nggak boleh, Asgar. Nggak boleh." Tak lama kemudian, ponsel Asgar pun berdering di saku celananya. Dengan rasa malas, Asgar mengeluarkan ponselnya lalu menerima panggilan dari nomor yang tidak bernama itu. Ia mengira, nomor tersebut dari salah satu kliennya. "Halo," sapa Asgar. "Ini siapa ya?" Sayangnya, tidak ada jawaban sama sekali. Asgar mencoba melihat kembali layar ponsel tersebut dan ternyata masih tersambung. Asgar mencoba berbicara lagi pada si pemanggil itu. "Halo. Ini siapa? Kalau ada keperluan, bilang aja. Jangan main-main," celetuk As

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN