"Saya bicara berdasarkan fakta yang ada, kenyataannya memang ada penyimpangan di cabang ini." Bu Rahma terlihat begitu yakin dengan ucapannya. Semua terdiam, suasana terasa begitu tegang. Begitu juga dengan yang aku rasakan, bukan takut karena aku merasa tidak melakukan hal yang wanita itu tuduhkan. Hanya saja dituduh dan dipermalukan di depan umum rasanya tidak bisa aku gambarkan. "Bu Rahma, saya kepala cabang di sini, apapun yang terjadi di cabang adalah tanggung jawab saya, selaku pimpinan di sini. Seharusnya Ibu tau batas wewenang dari seorang wakil manajer area. Semua yang terjadi di cabang bukan wewenang Anda secara langsung." Pak Ryan bicara dengan tegas, dan penuh penekanan. Terlihat sekali dia mencoba mengendalikan emosinya. Wajah putihnya terlihat memerah. "Pak Ryan, pembiar

