Djong berfikir sudah pasti itu suara para perempuan yang tadi dibuatnya pingsan. Sekarang Djong dalam kebimbangan apakah akan menolong perempuan-perempuan tadi atau tidak. "Hah lebih baik mengurus karung yang ada di pundakku dulu. Perempuan-perempuan tadi terlihat seperti bukan orang baik-baik," gumamnya. Sesampainya di pinggiran hutan, ia menggali tanah dan menyatukan madat dengan tanah. Pikirnya ia akan segera kembali ke penginapan. Cukup untuk malam ini. *** Pagi harinya Djong dibangunkan dengan suara ribut-ribut. Daun jendela dibuka, banyak orang berkerumun. Ia memakai pakaian Kojanya dan keluar dari penginapan untuk melihat apa yang menyebabkan kerumunan itu. Seorang prajurit dan pencuri itu melangkah ke jalanan pelabuhan. Di depan mereka ada lapangan terbuka yang menjadi jantu

