53

1014 Kata

"Jadi, apa yang kita lakukan di sini?" Paijo bertanya dengan gaya kasarnya yang mulai nampak, menggunakan penampilannya yang mengancam agar para pelayan tidak mendekatinya. Mereka duduk dibangku di dekat pintu masuk. Pelayan manis menuangkan minuman bercampur rempah kayu manis dan gula Jawa ke wadah minum mereka masing-masing, sambil membungkuk ke atas meja kemudian membusung isyarat memamerkan barangnya yang nilainya di atas rata-rata. “Dan rencananya?” Paijo mulai melotot, tapi pandangannya sulit lepas dari si pelayan genit, dengan bahasa tubuhnya yang meliuk-liuk berusaha meruntuhkan daya tahan pria.  “Sabar, Paijo, Sabar,” kata pemuda itu yang sesekali juga matanya mengikuti lenggak-lenggok para wanita nakal itu, meletakkan tangan yang meyakinkan di bahu Paijo.   Paijo melihat ke t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN