54

1094 Kata

"Tolong, ikut denganku. Bawa koin emasnya ke sini!” Tukijan melewati para murid yang disuruhnya berlatih lagi, meninggalkan mereka memasuki pondok reot itu.   Djong mengikutinya masuk, mencapai dapur kecil. Tukijan menunjuk ke arah meja di tengah. Sebuah ekspresi muncul di wajah Djong.  “Elizabeth?” Dia melirik ke arah Elizabeth yang sedang melepas rindunya bersama Tukijan di depan kedua matanya. Sungguh rindu yang tidak tahu tempat dan waktu.  “Elizabeth!” Djong meraung, mengembalikan kewarasan mereka berdua. Rindu itu telah lenyap. Kemudian Djong meletakkan sekantong kecil kepingan emas. "Terkutuk kalian tidak tahu diri." Djong mendengus. "Terima kasih untuk kalian berdua," Pria brewokan ikal itu berbicara. Elizabeth bersandar di pundaknya, "Kau ini seperti belum pernah jatuh cinta s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN