Tubuhnya kurus tapi sangat berotot, otot lengannya terlihat kekar mengintip dari lengan bajunya yang robek. Laki-laki itu cepat-cepat keluar kamar setelah meletakkan baskom berisi air hangat, masih sambil terus menunduk dalam. Wajahnya hampir-hampir tak terlihat karena terlalu dalam menunduk. Djong membersihkan guratan di lengan dan d**a dengan potongan kain jarik yang dicelupkan dalam air hangat, lalu membasuh seluruh tubuhnya. Cakaran-cakaran memanjang warna merah terasa pedih. "Terbuat dari apa kuku mereka sampai seperti ini," gerutu Djong. Djong langsung tidur setelah merasa segar, baru saja ia masuk alam mimpi tiba-tiba suara pintu diketuk dengan keras. "Apalagi ini …." Djong mendengus. Ia menyeret kakinya, menutupkan kain sorban di kepalanya sampai menutupi wajah. Lalu membung

