57

1092 Kata

Djong berjongkok, bersandar pada dipan bambu. "Saya di sini karena guruku, berusaha menaklukkan kutukan dengan menolong seorang gadis, sudah dua lapis tugas. Sekarang menjadi tiga lapis ditambah tugas darimu Tuan Tabib yang terhormat." "Itu bukan urusanku. Tapi kalau saja nyawamu melayang dua lapis misimu itu takkan pernah terlaksana. Menghentikan wabah, berarti juga menolong." Matanya tertuju pada jendela yang menghadap Selatan. "Ada wabah di desa di atas. Aku harus segera menemukan obatnya sebelum menjangkit semakin luas." Djong berdiri, "Baiklah, lagipula pria yang menyuruhku minum racun adalah orangtua gadis yang diculik itu. Untuk apa aku cepat-cepat menolongnya." Wajahnya terlihat jengkel. "Kemana saya harus pergi?" "Pergilah menuju pemukiman paling kumuh di kota, di sana aku pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN