“Dari guruku,” jawab Djong. "Siapa dia?" "Kau pasti tak mengenalnya. Sudahlah jangan banyak tanya." Salah menyeringai. “Aku bahkan mengenal pedang itu jauh sebelum kau lahir. Itu adalah dongeng bagi anak-anak pesisir. Konon katanya pedang itu dihuni oleh roh seorang pangeran." Djong menggeram, "Guruku tak pernah bercerita tentang itu. Kau jangan mengarang." "Dari mana gurumu mendapatkan benda itu?" "Dari sebuah kapal yang karam." Djong berusaha mengingat-ingat cerita apa saja yang pernah didengarnya. "Ada rapalan mantra yang tertulis di pedang itu untuk membangkitkan kekuatan gaibnya tapi belum pernah kubaca." Sesampainya di gubuk, Djong meletakkan tubuh Paiman sembarangan di lantai. Si tabib memberi isyarat agar Djong menggeletakkan badannya di dipan agar ia bisa mengobati luka-lu

