61

1118 Kata

Para pendekar itu terheran, hampir tak percaya dengan mata mereka sendiri. Ada secercah rasa ngeri namun juga lebih dominan dorongan mencoba ilmu beladiri pemuda itu. Kebanyakan dari mereka menyangka ini adalah sihir yang mencoba menakut-nakuti mereka. Djong menyerang membabi buta seperti orang kesetanan. Mayat para pendekar bergelimpangan di tanah. Semburat warna darah memberi corak bajunya yang berwarna putih tulang. Paijo dan Paiman menyusup lebih dalam di antara gubuk-gubuk miskin. Djong melesat mengejar pengecut itu. Tak lama mereka terkejar di pinggir sungai, Paiman menyebabkan pelarian menjadi terseok-seok. Segera setelah cukup dekat, Paiman menerima tendangan yang ditujukan untuk menjatuhkannya kembali. Lebih buruk lagi, topeng kainnya terlepas, menampakkan wajahnya. Djong m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN