60

1080 Kata

Seseorang mengetuk pintu dengan pelan dan sopan mengucapkan salam. Si tabib mengurungkan niatnya mengambil darah Djong. Ia menutupkan kain dari perut sampai kepala pemuda itu.  "Oh, kau … Ada apa?" tanya si tabib hanya kepalanya saja yang melongok ke luar pintu.  "Ki istri saya hamil empat bulan pendarahan, sudah panggil dukun beranak tapi kondisinya malah melemah. Apakah Aki bisa diganggu sekarang?" tanya seorang pria.  "Aku sedang mengurus orang sekarat, nanti malam saja kau bawa istrimu ke sini." "Apakah Aki bisa bertandang ke rumah kami nanti malam? Kupastikan gubukmu ini aman dari kobaran api." Sebuah ancaman yang tersirat.  "Baiklah." Si tabib langsung menutup pintu. "Dasar kaki tangan kompeni." Si tabib dengan terpaksa naik gunung mencari beberapa bahan ramuan untuk menghentik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN