Letta tidak tahu seberapa puas Marco bermain-main dengan bibirnya tersebut ketika kali ini Marco menyeruakan lidahnya membelit lidah Letta dan terus menyecap nya dengan cukup kuat membuat Letta bahkan sulit untuk mengatur nafasnya sendiri ketika Marco Tidak mengizinkannya untuk bergerak sedikit pun. Letta masih mencoba untuk melepaskan pergelangan tangannya yang diikat dengan kuat dan sepertinya itu hanya akan membuat pergelangan tangannya semakin terluka membuat Letta tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sepertinya takdirnya memang akan dituliskan oleh seorang Marco, puas dengan bermain-main dengan bibir Leta Marco mulai menciumi leher Letta dan tangannya mulai menggerayangi tubuh nya membuat Letta hanya bisa memejamkan matanya dengan kuat air matanya tidak henti-hentinya membasahi sudut mat

