BAB 1 PERTEMUAN YANG TIDAK BIASA
Hujan turun seperti tirai lembut yang menyelimuti kota Jakarta malam itu. Lampu-lampu jalanan memantul di aspal basah, menciptakan kilau seperti mimpi yang retak. Di sebuah lounge hotel mewah di pusat kota, suara musik jazz samar mengisi udara, bercampur dengan aroma mahal parfum dan anggur merah.
Raya berdiri di dekat jendela kaca besar, memandangi kerlap-kerlip kota di bawah sana. Gaun merah gelap membalut tubuhnya dengan sempurna, kontras dengan kulitnya yang pucat setelah seharian lembur. Matanya tampak kosong, seperti sedang menimbang sesuatu yang hanya ia sendiri tahu.
Lalu dia merasakannya—tatapan itu.
Tajam. Berat. Tak mengenal malu.
Ia berbalik perlahan dan menemukan sepasang mata gelap menatapnya dari seberang ruangan. Pria itu duduk santai di sofa, jas hitam rapi, kemeja dibuka satu kancing, dan segelas whiskey di tangannya. Tatapannya bukan sekadar mengagumi—itu tatapan milik. Seolah dia telah memilih.
Raya mengerutkan alis. Siapa dia?
Dan seolah dipanggil oleh pikiran gelapnya sendiri, pria itu bangkit, melangkah mendekat tanpa terburu-buru. Setiap geraknya seperti ditakar. Tenang. Mematikan.
"Sendirian?" Suaranya rendah, serak, dan terdengar seperti janji manis yang tak bisa dipercaya.
Raya menegakkan tubuhnya. “Kalau iya?”
Pria itu tersenyum miring. “Bagus.”
Jarak mereka tinggal setengah langkah. Nafasnya hangat di dekat wajah Raya. Tubuhnya memancarkan aroma maskulin yang menusuk—kombinasi tembakau, hujan, dan sesuatu yang lebih liar.
“Aku Dion,” katanya.
Raya menahan diri untuk tidak melangkah mundur. Tapi dia juga tidak ingin maju. Bukan karena takut. Tapi karena detak jantungnya baru saja berubah ritme.
“Aku tidak minta kamu kenalan.”
Dion menatapnya lebih dalam. “Tapi aku minta kamu tidak lupa malam ini.”
Dan sebelum Raya sempat membalas, tangannya—hangat dan kuat—menyentuh punggung telanjang Raya, pelan, seperti ancaman yang dibungkus kelembutan.
Untuk sesaat, waktu berhenti.
Dan di tengah detak hujan dan bisikan jazz, Raya tahu satu hal pria ini akan membawa masalah.
Masalah yang entah mengapa, membuatnya ingin jatuh.