Cerita Oleh sanibell
author-avatar

sanibell

TENTANGquote
semakin banyak yang baca , maka semakin berkembang dan semangat
bc
"Bayang-Bayang di Rumah Tua"
Diperbarui pada Jul 18, 2025, 05:16
Prolog: "Panggilan dari Masa Lalu"Hujan mengguyur dengan derasnya, membentuk kabut tebal di antara pepohonan yang mengelilingi rumah kayu dua lantai itu. Rara berdiri di depan gerbang besi berkarat, menggenggam surat wasiat neneknya yang baru saja meninggal seminggu lalu. Surat itu menyuruhnya datang ke rumah tua ini—tempat yang selalu dihindari keluarganya sejak ia kecil. "Bersihkan rumah itu, lalu jual,"begitu bunyi pesan terakhir nenek. Tapi Rara tahu ada yang disembunyikan. Kenapa selama ini nenek melarangnya mendekati rumah ini? Kenapa tak seorang pun dalam keluarga mau membicarakan apa yang terjadi di sini 30 tahun silam? Angin malam berdesir, membawa bau tanah basah dan sesuatu yang lebih tajam—bau anyir seperti daging membusuk. Rara menghela napas, lalu mendorong gerbang yang menjerit kesakitan. Rumah itu tampak lebih suram dari yang ia ingat. Jendela-jendelanya seperti mata gelap yang mengawasinya, dan pintu depan yang catnya mengelupas terbuka sedikit, seolah menunggu. Begitu kakinya melangkah masuk, udara dingin langsung menyergap. Lampu gantung di ruang tamu berkedip-kedip, memantulkan bayangan aneh di dinding. Rara mencoba menenangkan diri. Ini hanya rumah kosong, pikirnya. Tapi kenapa ia merasa ada yang bernapas di belakangnya? Tiba-tibaTok. Tok. Tok.Suara ketukan pelan dari lantai atas. Rara membeku. Tak mungkin ada orang di sini. Kecuali... sesuatu yang bukan manusia. Dengan tangan gemetar, ia mengarahkan senter ke tangga kayu yang reyot. Di sana, di kegelapan lorong lantai dua, ada bayangan tinggi berdiri tanpa bergerak— Dan dalam sekejap, ia menghilang. Rara ingin lari, tapi kakinya seperti tertanam. Karena di sudut matanya, ia melihat sesuatu yang lebih mengerikan: Jejak kaki basah mengarah ke arahnya... padahal tak ada air di lantai.
like
bc
Judul: Dalam Genggamannya
Diperbarui pada Jul 17, 2025, 09:07
Di balik gemerlap kota Jakarta yang tak pernah tidur, Raya, seorang arsitek sukses, menyembunyikan luka masa lalu yang tak pernah sembuh. Tapi hidupnya berubah saat ia bertemu Dion, seorang pengusaha muda yang kaya, tampan… dan berbahaya.Pertemuan mereka singkat, tapi Dion tidak pernah berniat melepaskannya.Obsesi Dion pada Raya tumbuh menjadi candu—bukan hanya ingin memilikinya, tapi mengendalikan setiap geraknya. Dan anehnya, di tengah ketakutan, ada bagian dalam diri Raya yang tak bisa menolak... bahkan ketika bahaya mulai mengintai.Namun semakin Raya mencoba menjauh, semakin kuat Dion menggenggam.Dalam permainan hasrat, siapa yang benar-benar mengendalikan siapa?
like
bc
"Dia Bilang Aku Miliknya Sejak Lahir, Tapi Aku Tak Pernah Mengenalnya"
Diperbarui pada Jul 17, 2025, 04:53
Sejak kecil, Alira sering mengalami mimpi aneh tentang seorang pria bermata gelap yang selalu menyebutnya "milikku." Ia mengira itu hanya halusinasi... hingga pria itu muncul di depan pintu rumahnya saat usianya menginjak 18 tahun, mengenakan jubah hitam dan menyebut namanya tanpa pernah diperkenalkan.“Kau sudah cukup umur sekarang, Alira. Aku datang untuk menjemput milikku.”Pria itu menyebut dirinya Kael, makhluk dari dimensi lain yang mengaku telah membuat perjanjian darah dengan keluarga Alira sebelum ia lahir, sebagai tebusan atas kehidupan ibunya yang sekarat saat mengandung.Kael bukan manusia. Ia hidup di antara bayangan waktu dan penjaga gerbang dimensi. Ia tidak bisa mencintai… tapi entah kenapa, hanya Alira yang membuat detak waktunya kembali berdetak.Alira berjuang memahami apakah Kael benar-benar musuh, pelindung, atau... cinta yang ditakdirkan namun dikutuk untuk dilupakan.Namun semakin Alira mendekatinya, semakin banyak rahasia kelam masa lalu keluarganya terbuka. Termasuk satu fakta mematikan: Jika cinta mereka tumbuh, salah satu dari mereka harus hilang dari dunia selamanya.
like