Seharian Nesya berhasil menyibukkan diri ke pekerjaan yang seolah tiada henti, dia bolak-balik mengurus gedung juga menemui klien, setidaknya waktunya terkuras sehingga tidak perlu sia-sia memikirkan Elvan. Sekalipun kadang kenangan bersama laki-laki muncul di sela-sela urusan persiapan pernikahan orang. Kliennya tidak perlu tahu kalau dirinya Wedding Organizer yang gagal mempertahankan pernikahan sendiri. Miris memang, apalagi kalau saudara yang nyinyir sudah menyerang dengan kalimat pedas. Setelah melihat sendiri bagaimana Elvan tidak berusaha mengejarnya serta menjelaskan dia tidak ada apa-apa bersama Esha, dugaannya semakin kuat kalau mereka balikan dan membuat hati Nesya sesak. Dia merasa benci, kecewa, cemburu bercampur aduk sehingga otaknya tumpul tidak bisa berpikir jernih kemari

