“Ma tidak bisakah Mama pertimbangkan satu kali lagi?” Jaden duduk menghadap Tyas seraya menatap ibunya itu dengan tatapan memohon. Penuh harap. “Jaden mohon Ma, pertimbangkan lagi. Jaden janji Jaden akan memberikan yang terbaik untuk keluarga ini. Jaden akan memimpin perusahaan dengan baik, Jaden juga akan memberikan keuntungan yang lebih banyak pada perusahaan. Tapi Jaden mohon Ma. Batalkan perjodohan itu... pertimbangkan lagi. Ma.” Tyas menatap Jaden. “Tidak Jaden. Keputusan Mama sudah bulat. Mama akan menjodohkanmu dengan Almira.” “Ma, bagaimana kalau Almira ternyata memiliki seseorang yang dia cintai? Bagaimana jika ternyata dia terpaksa Ma? Ma... Jaden mohon. Pernikahan bukanlah bisnis, bukan sesuatu yang dikaitkan dengan untung dan rugi. Pernikahan itu tentang hati Ma.”

