Kayana tidak henti menatap ke arah Jaden sekali pun ia sudah di tarik menjauh dari keluarga kekasihnya itu. Saat ini nenek Jaden—Kamila, menarik tubuhnya ke sebuah ruangan tanpa mengijinkan Jaden mengikuti mereka, sementara Jaden, Jatmiko dan Tyas hanya duduk bersama di ruang tengah kediaman itu. Tanpa bisa melakukan apapun. Bahkan ketika Jaden memaksa untuk ikut, nenek Kamila sampai memberikan tatapan tajam, tidak suka. “Kayana... anakku.” “Akhirnya kita bisa bertemu lagi.” Dua kalimat yang sampai saat ini masih tidak Kayana mengerti. Anak? Hei! Ia memiliki orangtua kandung sekalipun mereka sudah meninggal. Bagaimana mungkin Nenek Kamila mengakuinya sebagai anak? Apa hubungannya? Sementara itu di ruang tamu, sisa anggota keluarga pun masih tampak sangat bingung. Terutam

