Kayana termenung, menatap potretnya dengan Jaden yang ia ambil ketika berada di kedai milik Jeremi. Jemarinya terus menggulir, satu persatu potret mereka yang untuk pertama kalinya mereka ambil bersama. Guliran itu berhenti pada satu potret dimana Jaden sedang menatapnya yang sedang tertawa. Potret itu diambil oleh Jeremi saat mereka bertiga makan dan mengobrol bersama. Senyuman Kayana mengembang membayangkan bagaimana Jaden banyak tersenyum hari ini, seolah masalah dalam benaknya menghilang. Ia pun masih ingat bagaimana terbentuknya senyuman Jaden setelah mengantarnya pulang beberapa jam lalu. Jaden menatapnya intens, membelainya lembut dan berkata dengan penuh percaya diri. “Good luck for me, aku akan mencoba meminta bantuan Papa.” Kayana saat itu hanya bisa menganggu

