Varizen keluar ruangan sambil menggelengkan kepalanya berulang kali karena tingkah Chen Li. Gadis itu tak menyangka kalau pria yang berstatus ayahnya itu begitu mencintai Felisia. Seharusnya sang ibu sadar, jika dia dicintai. Namun karena kesalahan masa lalu yang dibuat pria itu, segalanya menjadi rumit. Bukankah Tuhan sudah menghukumnya? Gadis itu pun berjalan menuju ke ruangan Felisia. Bagaimana dia tahu kalau itu ruangan sang ibu? Tentu saja karena aroma tubuh wanita itu jelas berada di ruangan tak jauh dari Chen Li. “Ibu,” panggil Varizen sambil mengetuk pintu. Beberapa saat kemudian, pintu terbuka lebar. Sosok Felisia yang sedang memakai piyama pun terlihat oleh gadis itu. “Apakah ibu mau tidur?” Felisia menggeleng pelan, mempersilahkan Varizen masuk. Mereka berdua duduk di ra

