“Kamu tahu betul apa jawaban dari pertanyaanmu itu sendiri, Sayang. Jadi, tidak perlu lagi kamu tanyakan padaku.” “Sepertinya kamu tidak pernah benar-benar mencintaiku, Gladys. Aku salah.” “Apa maksudmu, Sayang. Kamu tahu bahwa apa pun akan kulakukan demi bisa bersamamu, memilikimu. Bahkan, bisa mencintaimu sepanjang usiaku, itu adalah impianku selama ini.” Gladys menengaskan ucapannya sendiri. “Mengapa kamu meragukannya. Bukankah aku telah membuktikannya. Aku tidak mempermasalahkan pernikahanmu dengan Kaylila. yang penting, kamu masih tetap bisa membagi waktumu bersamaku. Apakah itu tidak cukup untuk dijadikan bukti?” “Kamu terobsesi padaku, Gladys. Dan sayang sekali, itu bukanlah sepotong cinta untukku.” Nosa berkata dengan nada datar, terdengar begitu perlahan di telinga Gladys. Tet

