Isinya adalah....
AL-QURAN...
Pantas saja Ikhsan menyuruh Rischa untuk mengamalkan isi kadonya.
Tentu.. Tentu aku akan mengamalkannya san.. Makasih banyak, dan kamu adalah orang yang telah mengingatkan aku lagi pada Allah dengan Al-qur'an ini.. Maksih... Batin Rischa dalam hati.
***
Besok, Rischa akan meninggalkan rumah besarnya itu. Hari ini, Rischa merapikan barang-barang yang akan dibawanya ke pondok pesantren. Tempatnya masih di Jakarta, namun jaraknya cukup jauh apabila diukur dari rumah Rischa. Baju-baju, gamis, kerudung, dan yang lainnya telah dimasukannya ke dalam koper. Dan.... Tak lupa dengan Al-qur'an pemberian Mr. Dingin itu.
Rischa akan berangkat bersama ummi, abi, kakak, dan adiknya. Di perjalanan, tiga bersaudara itu bercanda dan tertawa ria bersama tak lupa, disertai dengan tawa kedua orang tua mereka..
Waktu terasa begitu cepat hari ini. Mereka telah sampai di pondok pesantren. Rischa pamit pada keluarganya setelah orangtuanya menitipkan Rischa pada Ustadz Abdullah dan Ustadzah Maryam. Mereka adalah pemilik ponpes ini, dan mereka adalah suami-istri.
"Pak ustadz, bu ustadzah, saya nitip Rischa disini ya...," ucap Zena-uminya Rischa.
"Iya pak, bu, insyaallah kami akan menjaga dan mendidik anak kalian," ucap Ustadzah Maryam.
Rischa pamit pada keluarganya. Sedih memang meninggalkan keluarga, tapi ini agar Rischa lebih paham apa yang dilarang dan harus dilakukannya di dunia ini.
Rischa memasuki kamarnya, isinya cukup luas dan didalamnya terdapat 4 wanita berhijab, cantik sekali semuanya. Dan ditambah Rischa, isi kamar itu kini berjumlah 5 orang. Rischa mulai berkenalan dengan temannya yang baru itu.
"Hai nama kamu siapa," tanya gadis berkerudung cokelat.
"Emm nama aku Rischa Kiana Putri. Kalian dapat panggil aku Rischa," ucap Rischa.
"Ooh, Rischa ya. Aku Aura Nabillah, panggil Aura," ucap gadis bernama Aura itu sambil tersenyum.
"Kalo nama aku Jihanna Vanesha, kamu bisa panggil aku Vanesha, oke?" ucap Vanesha.
Rischa tersenyum, "Mereka siapa?" tanya Rischa sambil menunjuk ke arah 2 orang gadis yang sedang membaca kitab.
"Itu yang pake kerudung pink, namanya Stefi. Nah kalo yang satunya lagi namanya Cintya," ucap Vanesha.
Memang ada 4 teman baru disana, namun yang paling dekat dengan Rischa hanya Vanesha dan Aura. Stefi dan Cintya juga baik namun mereka tidak terlalu dekat dengan Rischa.
***
Hmm... Malam ini belum ada kegiatan apapun di ponpes. Akhirnya Rischa memutuskan untuk membuka laptopnya, awalnya ia hanya iseng ingin mengetik cerita, namun karena ada E-Mail masuk, ia urungkan niatnya itu.
_
_______________________________
From : secretadmirer@hotmail.com
Subjeck : Big Hi!
Hy, How are you??
-Love
MR
_________________________________
Rischa mengernyitkan dahinya bingung. Siapa coba, yang mengirim pesan itu. Perasaan, ia tak pernah memberikan E-Mail nya ke siapapun. Ah entahlah.
_________________________________
To : secretadmirer@hotmail.com
Subjeck : Curiousity
Hy,my secret admirer!
WHO ARE YOU!??
__________________________________
Rischa membalas pesan dari orang tak dikenalnya itu. Dan... Oh, tidak, orang itu sedang online.
___________________________________
MR : Bagaimana kabarmu?
Rischa : Alhamdulillah baik. Kamu siapa?
MR : Kamu lupa?
Rischa : Bahkan aku ga tau.
MR : Kamu hanya lupa, aku adalah orang itu..
Rischa : Siapa??
MR : Emm, aku akan jadi secret admirer kamu mulai malam ini!
Rischa : Tapi aku tidak mengenalmu. Kamu siapa sih?
MR : Kamu lagi lemot ya? Bukannya secret admirer itu rahasia? Kamu kenal atau engga sama aku, aku tetap mau jadi secret admirer kamu!!
__________________________________
Rischa tak membalasnya lagi. Rischa terus berpikir keras, logikapun digunakannya sebagai alternatif. Inisialnya MR? Siapa? Atau jangan-jangan hantu?
Ahh sudahlah, tak akan habis pertanyaan yang Rischa tanyakan pada dirinya sendiri. Bukannya ada solusi malah bikin pusing, menggunakan logika sekalipun.
"Heyy!" Vanesha mengagetkan Rischa dari belakang.
"Aduh Sha, aku kaget tau."
"Ehehe, eh kamu ada e-mail dari siapa tu?" tanya Vanesha dengan mata yang menyelidiki laptop milik Rischa.
"Ah aku ga tau.."
"Loh ko ga tau? Dari secret admirer ya...," tebak Vanesha.
"Iya tuh."
"Siapa?"
"Namanya juga secret admirer, ya pasti rahasia lah. "
"Hmm, kamu mah enak punya secret admirer. Lah Aku? Aku mah doinya juga belum peka, mana aku jomblo lagi," ucap Aura yang tiba-tiba datang.
"Hahaha, kamu mah ngenes banget ya jomblonya?" ucap Vanesha sambil tertawa.
"Eh engga tuh, aku jomblo berkualitas," ucap Aura tak mau kalah.
Tawa pun pecah diantara mereka bertiga malam itu. Sangat menyenangkan sekali, bercanda bersama sahabat baru. Rasanya, semua beban hidup menjadi ringan saat itu.
Ikhsan..
Kenapa tiba-tiba ada nama itu benak Rischa? Apa dia masih menyimpan rasa? Tentu! Rischa masih menyimpannya. Baru beberapa Bulan yang lalu Risca menetapkan bahwa ia suka Ikhsan. Dia cemburu melihat Ikhsan bersama Jelita. Apa itu bukan tanda menyukainya? Tentu itu tandanya Rischa suka Ikhsan.
Secret admirer...
Sekarang ada nama itu di benak Rischa, sosok yang belum doketahuinya itu, berhasil membuat Rischa penasaran.
Lelaki misterius...
Lantas kata itu yang ada dibenak Rischa. Lelaki misterius, dia itu sebenernya siapa sih? Rischa sungguh merindukan lelaki yang belum diketahuinya juga. Lebih baik dia tidak pernah melihat lelaki misterius itu sama sekali, daripada tidak pernah lagi mendapat pesan darinya.
Sekarang siapa lagi? Siapa lagi yang harus ada dibenak Rischa? Ahh semua yang ada dibenaknya tadi membuatnya pusing. Ikhsan orang terdingin di dunia ini melebihi es di kutub, namun aneh, Rischa menyukainya. Secret admirer, orang yang entah siapa, dia tiba-tiba mengirim sebuah pesan. Dan lelaki misterius itu, orang yang Rischa rindukan.
Rischa sempat berpikir, tak akan ada habisnya memikirkan 3 hal itu. Okey, mulai saat ini, Rischa harus fokus dengan kegiatan yang ada di ponpes ini. Ga boleh ada yang namanya cowo dalam hatinya. Ga boleh ada rasa suka pada siapapun. Meskipun ada cowo sholeh dan ganteng, Rischa ga bisa menahannya.
Tengah malam... Semuanya sudah tertidur pulas. Tapi, kenapa Rischa belum bisa tidur? Apa ia sulit beadaptasi dengan suasana baru? Dia membuka laptopnya lagi , siapa tau di secret admirer mengirim e-mail lagi. Hehe, ngarep banget ya Rischa.
Dan ternyata ada... Dari secret admirer lagi... Sungguh sebuah kebahagiaan bagi Rischa.
___________________________________
From : secretadmirer@yahoo.com
Subjeck : Night!
Maaf saya ganggu.
Saya hanya mau mengucapkan good night dan sleep well...
Love
-MR
________________________________
Dia lagi. Tapi dia berhasil membuat lengkungan tipis dibibir Rischa. Rischa tidak membalasnya lagi. Dia malas. Memangnya secret admirarnya itu masih online?
Semoga hadirnya secret admirer itu bisa melupakan Rischa dari Ikhsan. Dan.. Lelaki misterius itu. Ahh sudahlah Cha, ga akan ada habisnya jika kamu terus bertanya pada dirimu sendiri.
Rischa mulai mengantuk, sebelum tidur, dia berdoa...
Ya Allah, jadikan aku orang yang lebih baik di pesantern ini. Aku ingin membuat orangtuaku bangga atas hasil kerja kerasku. Agar aku bisa membawa mereka ke Surga-MU kelak..
Dan... Jangan hadirkan lagi seseorang dalam hatiku. Kejadian Ikhsan dan Jelita sudah cukup membuat hatiku sakit.. Biarkan aku bebas menikmati hidup di pesantren ini tanpa lelaki...
Sebenernya itu terlihat seperti bukan doa. Itu adalah keluhan. Maafkan aku ya Rabb, aku selalu mengeluh....
***
Hadirmu,
Seperti bintang, yang memberi sedikit cahaya, kala hati ini kegelapan. Kehadiranmu, membuatku lupa, bahwa dulu, hatiku pernah terluka.