CHAPTER 22

2224 Kata

Di rumah Maria tiba-tiba ada sebuah ilusi yang datang dan menghampiri ruangan, sepasang sepatu kulit menginjak lantai rumah Maria, yang merupakan menuju ke kamar utama. Di depan pintu, tangan ajaib milik Haww terangkat dan pintu langsung terketuk. Kemudian setelah mendengar ketukan pintu itu Maria langsung membuka pintu. Empat mata bertemu saling memandang, satu karena keingintahuan dan penasaran mengapa Haww datang ke situ dan yang satu yaitu menunjukkan wajah kesedihan yang bercampur aduk dengan keengganan. Bibir merah muda Maria membuka mulutnya terlebih dahulu untuk memulai pembicaraan. “Apakah kau mencari Pangeran Axel?" tanya Maria kepada Haww. “Tidak. Aku mencarimu," ucap Haww sambil menggelengkan kepalanya kepada Maria. “Menemui aku, ada apa?” tanya Maria bingung pada Haww. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN