Extra 3 : Amanat Terakhir Mama

1341 Kata

Hatiku masih pedih bila mengingatnya, walau aku berusaha menerimanya.  Seminggu lalu, Mama telah meninggalkan kami semua.  Penyebabnya serangan jantung mendadak.   Tentu saja kepergiannya yang tiba-tiba menyebabkan kami tak siap menerimanya.  Apalagi aku!  Bebalnya, padahal malam sebelum Mama meninggal dia telah memberi amanat khusus padaku.  Aku tak menyangka jika itu adalah pesan terakhirnya.              “Sayang ... “  Rafa mendekat setelah keluar dari kamar mandi.  Dia duduk di sampingku, di ranjang kami dimana aku duduk sambil memegang sehelai foto usang pemberian Mama.             Dia menatapku empati, lalu mengecup mataku yang berkaca-kaca.             “Aku tahu kamu masih berat karena ditinggal Mama.  Tapi dia tak akan tenang jika kita masih menahannya disini.  Lepaskan dia, Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN