2.9: Memulai dari Awal

1905 Kata

Hari ini hari pertama kami bekerja di restoran SAUNG NGEUNAH, restoran elit khas Sunda milik Kak Danu.  Tanpa proses berbelit-belit kami diterima kerja oleh Kak Danu.  Gue tak ingat kami diterima kerja dengan jabatan apa, gak penting.  Yang penting gue bisa sering melihatnya.  Lagipula, tak mungkin Kak Danu tega mempekerjakan gue sebagai tukang cuci piring.             Kami berangkat kerja sambil berboncengan naik sepeda Tetet.   Seperti biasa Mama Tetet membawakan bekal makan buat anaknya.             “Ma, Tetet kan kerja di restoran.  Seharusnya Mama tak perlu repot membawakan bekal.  Kami mendapat jatah makan dari restoran,” kata Tetet memberitahu mamanya.  Mungkin maksudnya supaya lain kali mamanya tak perlu repot menyiapkan bekal baginya.              Tapi dasar keras kepala, Mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN