2.18 : Hati yang Bergejolak

1126 Kata

Lagi-lagi Leo menatap gue sembari mendecih kesal.  Dia meremas tabloid memuat foto gue tengah berciuman dengan Tetet.             “Penjelasan apa yang lo sampaikan, Elly?” tanyanya setengah menggeram.             Gue nyengir kuda.  “Just accident?”             “Accident, pala lo peyang!” maki Leo.             Dia tak akan memaki gue kalau kesalahan gue tak fatal menurutnya.  Ah, Leo memang lebay.             “Tak perlu panik segitunya lah.  Beritanya cuma kecil doang, di tabloid murahan lagi!  Mungkin hanya segelintir yang baca, bahkan mungkin tak ada,” kilah gue, meremehkan.             Mata Leo mendelik kesal.  “Tabloid murahan kata lo?  Berita lo tak hanya ada di tabloid ini, Beb!  Cek di ponsel lo!  Browsing sana!  Baca komentar netizen tentang foto lo yang menyosor bibir cowok t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN