Fuad mengendarai mobil milik Echa dengan terburu-buru karena beberapa menit sebelum dia keluar dari kantor, Fuad telah meminum obat yang akan menjadikan dirinya perkasa sepanjang malam dan mungkin hingga pagi menjelma. “Kita mau kemana? Kenapa terlihat seperti sangat buru-buru? Bukannya kita nggak ada kerjaan?” tanya Echa yang tidak langsung dijawab oleh Fuad. “Baiklah, aku nggak akan tanya lagi. Sepertinya kamu nggak sabar buat ngelanjutin percintaan kita tadi,” lanjut Echa dengan senyum sumringah dan menatap lurus ke depan. Keduanya tiba di tempat tujuan disebuah hotel berbintang di tengah ibu kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kantor mereka. Setelah memarkirkan mobil, Fuad segera menuju resepsionis dan menunjukkan bukti reservasi secara tidak sabar. Lalu dengan langkah kaki

