“Tuan Almeer yang terhormat, ini masih pukul 4 pagi. Kenapa anda begitu sibuk melakukan panggilan di jam sepagi ini, hm? Apa dikontrak saya harus bangun sepagi ini?” Yasmin terdengar cukup kesal setelah menekan tombol warna hijau yang menyala di layar ponselnya sejak beberapa menit lalu. Pagi-pagi sekali Almeer sudah sibuk melakukan panggilan untuk membangunkan Yasmin. “Kamu harus segera bangun dan mandi. Aku udah di lobby buat jemput kamu, Yasmin. Cepatlah! Waktu kita nggak banyak. Kamu cuma punya waktu 20 menit aja untuk sampai di lobby. Aku tau kamu sedang palang merah dan waktu segitu sangat cukup.” “Hah?” Yasmin mengerutkan dahi. Tentu saja bingung dengan nada bicara Almeer yang sangat santai layaknya seperti kedekatan mereka dulu. “Apa usia kamu udah buat pendengaran kamu berku

