Sebuah Kejutan

1285 Kata

“Mungkin aku harus sering-sering mampir ke cafe itu mulai sekarang,” batin Fuad sambil tersenyum dan fokus mengemudi. Sebenarnya dia sudah terlambat sebab kedatangan Yasmin yang membuat kacau dan mengangkut barang-barang di dalam rumah. Begitu juga dengan Echa. Namun, karena Echa adalah manajer dan punya kuasa, jadi tidak ada masalah mereka terlambat hampir satu jam. “Aku perhatiin dari tadi raut muka kamu berseri-seri sejak keluar dari cafe. Kamu juga beberapa kali melirik kopi itu dengan senyuman. Kamu juga keliatan menikmati banget kopinya. Kenapa sih? Apa seenak itu kopi kamu, Yang?” tanya Echa begitu mereka tiba di ruang kerja Fuad. Padahal dia ingin bertanya sejak dalam perjalanan, tetapi takut malah bertengkar dan dia susah merayu Fuad kalau sedang di jalan. “Perasaan kamu aja k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN