epilog 6

348 Kata
Setelah beberapa hari aku putus dengan ahmad, aku merasa sepi, namun aku yakin, lama kelamaan juga akan terobati. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Aku masih setia dengan status jomblo ku. Ada beberapa lelaki yang mendekati aku, namun aku abai saja, mereka hanya bisa membuat ku jatuh cinta dan pusing saja nanti kedepan nya. Pada saat aku menunggu angkutan untuk pulang, tiba tiba saja teman SMP ku dulu berhenti di depan ku. "Mau kemana nona?" ucap sandi teman SMP ku "Eh sandi, sari mana kamu? Aku sedang menunggu angkutan kota untuk pulang" ucapku "Oh, kalau begitu yuk bareng aku saja, kebetulan kan jalan balik kita searah" Ku putuskan saja untuk naik, dan pulang bareng sandi. Diatas motor aku dan sandi banyak sling cerita. Ternyata dia juga baru putus dari pacar nya. "Terima kasih ya san" ucapku saat sampai di depan rumah. "iya sama sama dwi" balasnya Setelah sore itu, aku setiaap hari pulang kerja bareng sandi, dikarekan searah, dia juga memaksa ku, agar lebih cepat sampai jawab nya. Kegiatan rutin kami adalah, langsung pulang ke rumah, namun sore ini berbeda. Sandi mengajak ku makan bakso dulusmabil mengobrol, ku iyakan saja, tidak enak menolah, sudah menumpang masak banyak menolak nya. Sampai di wrung bakso kami segera memilih tempat duduk lalu memesan bakso. Kami banyak bercerita tentang kisah asmara kami. Tapi tiba tiba saja sandi berkata yang membuat ku terkejut. "Dwi... sebenar nya sewaktu sekolah dulu, aku sempat menyukai kamu" ucapnya "Ah kamu ini bercanda saja" jawqb ku tidak percaya. "Aku serius dwi. Dulu aku takud mengutarakan nya, bahkan sampai saat ini juga aku masih menyukai kamu. Aku tidak menyukai mantan pacar ku, aku hanya kasihan terhadap nya yang selalu mengejar ku" "Duh, aku tidak tahu mau menjawab apa san. Aku belum lama putus, dan kamu kok jahat begitu" "Maaf deh, bukan maksud aku jahat, namun aku kasihan karena dia selalu mengejar ngejar aku, padahaln hati ini masih milik mu" deg.... "Sandi buat aku berdebar saja"ucapku dalam hati "Beritahu aku saat kamu sudah bisa menerima aku, aku akan menunggu mu" ucap sandi serius. Aku hanya diam saja setelah mendengar itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN