Suasana sore ini di rumah Chika sangat berbeda dari biasanya. Apa lagi setelah mendengar cerita yang kurang baik dari Chika. “Ami hamil?” tanyaku kepada Chika. Dia hanya mengangguk, menandakan itu benar. “Kamu yakin?” Aku masih belum percaya. “Kemarin Ami sempat menelepon aku diam diam. Dia bilang, kalau dia udah telat datang bulan,” jelas Chika. “Dan ternyata, saat itu dia ketahuan sama Ayahnya. Dan aku sempat mendengar Ayahnya marah marah. Ayahnya juga langsung mematikan telepon,” lanjut Chika. “Trus kamu hubungin lagi bisa?” tanyaku. Chika menggelengkan kepalanya. Itu artinya, aku juga tidak bisa mendengarkan ceritanya langsung dari mulut Ami. Kasian Ami. Ternyata nasib dia lebih malang dari diriku. Sekarang, dia harus menikah dengan laki-laki yang sudah memperkosa dirinya. “K

